Link

Magang & exposure

Magang atau kerja tanpa bayaran menjadi realita bagi banyak pekerja, baik yang masih sekolah/kuliah atau sudah lulus. Namun magang/kerja tanpa dibayar juga mensyaratkan adanya modal cukup untuk menyokong biaya hidup sehari-sehari. Bagaimana kemudian dengan mereka yang tidak mampu?

Daftar isi

  1. Magang
    1. Apakah KKN termasuk magang?
  2. Kerja dibayar exposure?
  3. Bacaan lanjutan

Magang

Kerja atau magang tanpa imbalan ekonomi demi pengalaman dan “exposure”, seringkali diwajarkan sebagai satu-satunya cara untuk membangun reputasi atau “portfolio”, atau mendapat batu loncatan di industri kreatif.

Namun sebenarnya, berapa lama jangka waktu magang? Gimana kalau sudah lama kerja dan menangani projek atau klien, tapi statusnya tetap magang dan tidak dibayar? Apa yang didapat perusahaan, dan pekerja, dari pemagangan? Apa Undang-undang atau peraturan yang mengatur pemagangan? Butuh kontrak tidak sih untuk magang?

Dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003, dikatakan bahwa perlu ada perjanjian tertulis antara pemagang dan pengusaha, yang sekurang-kurangnya memuat jangka waktu pemagangan dan ketentuan hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha. Disebutkan, hak-hak yang didapat pemagang antara antara lain:

  1. bimbingan dari pembimbing pemagangan atau instruktur;
  2. pemenuhan hak sesuai dengan perjanjian pemagangan;
  3. fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja selama mengikuti pemagangan;
  4. uang saku;
  5. diikutsertakan dalam program jaminan sosial;
  6. sertifikat pemagangan atau surat keterangan telah mengikuti pemagangan.

Jika pemagangan dilakukan tanpa melalui perjanjian pemagangan, maka pemagangan tersebut dianggap tidak sah dan status pemagang sebetulnya berubah menjadi pekerja/buruh perusahaan yang bersangkutan.

Apakah KKN termasuk magang?

Praktek magang sendiri diwajibkan di perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, tak jarang, kampus melazimi – bahkan mendorong – magang tak berbayar, tanpa kontrak atau jaminan apapun, dengan jangka waktu berbeda-beda. Ada pula yang mengartikan bahwa ketentuan pemagangan yang diatur dalam Undang-undang tidak mencakup KKN dari kampus. Situs LAPOR (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) juga menyebutkan bahwa untuk pemagangan yang dilakukan oleh mahasiswa:

dalam rangka memenuhi persyaratan akademis yang merupakan bagian kurikulum pendidikan, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat diklasifikasikan sebagai peserta magang dalam negeri.

Diskusi mengenai magang tidak dibayar ini cukup sering dibahas di luar, dan sempat ramai di Indonesia tahun 2019 lalu. Sebelum magang, baiknya cari tahu tentang perusahaan, organisasi tempat kamu melamar.

Kerja dibayar exposure?


Sumber: Jessica Hische, Should I work for free?

Banyak perusahaan menawarkan orang untuk bekerja gratis, atau dengan upah rendah, dengan alasan exposure atau “menambah portfolio”. Ada juga perusahaan yang mengkapitalisasi hubungan pertemanan pekerjanya dengan meminta mereka yang melakukan penawaran harga murah atau bahkan gratis ke kamu, karena tahu orang cenderung lebih sungkan menolak tawaran teman. Berhati-hatilah dengan tawaran-tawaran seperti ini. Baca juga bacaan lanjutan di bawah untuk pertimbanganmu.

Bacaan lanjutan

  • Abi Jam’an Kurnia, S.H., “Jangka Waktu dan Hak-hak Peserta Pemagangan,” hukumonline.com, 15 Maret 2019.
  • Jessica Hische, Should I work for free?, membuat bagan perihal pertimbangan-pertimbangan yang perlu kita buat jika kita bekerja tanpa dibayar. Jelas bukan hanya untuk exposure.
  • Letezia Tobing, S.H., M.Kn., “Ketentuan Pemagangan Agar Tak Menyalahi UU Ketenagakerjaan,” hukumonline.com, 31 Mei 2017.
  • PrecarityPilot, platform daring dengan lokakarya berpindah yang bertujuan menangani berbagai masalah kerentanan yang dihadapi desainer dengan cara inovatif. Bahasa Inggris.
  • Surviving Internships oleh Carrotworker’s Collective (yang kemudian menjadi Precarious Workers’ Brigade). Booklet ini menjajaki dan mempertanyakan beberapa mitos seputar karier di industri kreatif dan menyediakan beberapa alat bertahan hidup bagi mereka yang saat ini bekerja di sektor kreatif. Isi panduan ini didasarkan pada pengalaman kehidupan nyata para pekerja industri budaya dan kreatif di London. Bahasa Inggris.
  • The problem with unpaid internship dari New School Free Press, membahas bagaimana magang tak berbayar (atau dibayar rendah) menutup kesempatan bagi anak muda dengan latar belakang sosio ekonomi lemah untuk mendapatkan batu loncatan karir. Magang tak berbayar karenanya dapat memperparah diskriminasi sistematis dalam pasar tenaga kerja terhadap kelompok marjinal.
  • Utpal Dholakia Ph.D., “Why Unpaid Internships are Unethical,” Psychology Today, 16 Agustus 2019.
  • Derek Thompson, “Unpaid Internships: Bad for Students, Bad for Workers, Bad for Society,” The Atlantic 10 Mei 2012.